POLEWALI MANDAR – Di tengah puing-puing sisa kebakaran Desa Galung Tulu, Kecamatan Balanipa, sebuah pemandangan mengharukan mendadak viral di media sosial hari ini. Bukan lagi soal api, melainkan gelombang solidaritas tanpa batas dari seluruh penjuru Polewali Mandar yang menunjukkan jati diri asli masyarakat Mandar: Sirembe-rembe (saling bergandengan tangan).
Ramadan yang Menguji, Solidaritas yang Menguati
Hingga Selasa siang (3/3/2026), bantuan terus mengalir deras. Tidak hanya dari instansi pemerintah, namun aksi-aksi spontan warga di jalanan dan media sosial telah menggerakkan bantuan yang luar biasa.
"Kami kehilangan rumah, tapi kami tidak kehilangan saudara," ungkap salah satu warga penyintas di posko pengungsian. Ungkapan ini menjadi kutipan yang paling banyak dibagikan di grup-grup WhatsApp dan Facebook warga Polman pagi ini.
Poin-Poin Utama yang Menjadi Sorotan Publik:
-
Dapur Umum Non-Stop: Para ibu-ibu relawan dari berbagai desa tetangga datang membawa sayuran dan lauk pauk secara sukarela untuk membantu dapur umum menyiapkan ribuan porsi takjil dan sahur.
-
Gerakan Seragam Sekolah: Viral kampanye "Satu Anak Satu Seragam" di media sosial untuk membantu anak-anak Galung Tulu agar bisa kembali bersekolah dalam waktu dekat.
-
Kondisi Terkini: BPBD Polman melaporkan bahwa pembersihan puing-puing mulai dilakukan secara gotong royong oleh TNI, Polri, dan ribuan relawan sipil.
Panggilan Terbuka untuk Seluruh Warga
Meski bantuan logistik makanan mulai stabil, kebutuhan akan bahan bangunan (seng, kayu, semen) dan perlengkapan bayi tetap menjadi prioritas utama untuk tahap pemulihan jangka pendek.
Bagi Anda yang ingin berkontribusi, portal informasi polman.id kini menyediakan update real-time mengenai jenis bantuan yang paling dibutuhkan agar distribusi tetap sasaran dan tidak menumpuk pada satu jenis barang saja.
Mari bagikan kabar baik ini. Galung Tulu tidak sendirian. Kita ada untuk mereka.
#PrayForGalungTulu #PolmanBersatu #SirembeRembe #PolewaliMandar #RamadanKemanusiaan